<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926</id><updated>2011-04-21T16:22:38.072-07:00</updated><title type='text'>BLOGEJENGARY</title><subtitle type='html'>MY LIFE, MY WORK, LILLAHITA'AALA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926.post-3623988312519712764</id><published>2007-08-12T21:49:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T21:50:17.442-07:00</updated><title type='text'>Lima Belas Tahun Tanpa "Kesadaran"</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setiap manusia harus menghabiskan sebagian waktu hariannya untuk     tidur. Tidak peduli seberapa banyaknya pekerjaan yang ia miliki atau     hindari, ia tetap akan jatuh tertidur dan berada di tempat tidur     untuk sedikitnya seperempat hari. Karenanya, manusia sadar hanya     delapan belas jam sehari; ia menghabiskan sisa waktunya minimal     rata-rata 6 jam per hari dalam ketidaksadaran total. Jika dinilai     dari sisi ini, kita menjumpai gambaran yang mengejutkan: ¼ dari     rata-rata 60 tahun kehidupan dihabiskan dalam ketidaksadaran total.   &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Apakah kita memiliki alternatif selain tidur? Apa yang akan terjadi     pada seseorang yang berkata, "Saya tidak ingin tidur?" &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Pertama, matanya akan menjadi merah dan warna kulitnya memucat.     Jika jangka waktu tidak tidurnya bertambah, ia akan kehilangan kesadaran.     &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Menutup mata dan ketidakmampuan untuk memfokuskan perhatian adalah     fase awal tertidur. Ini adalah proses yang tidak dapat dielakkan, baik     cantik atau jelek, kaya atau miskin, setiap orang mengalami proses yang     sama. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Mirip dengan kematian, tepat sebelum tertidur seseorang mulai tidak     sensitif terhadap dunia luar dan tidak memberikan respon terhadap     rangsangan apa pun. Indra yang sebelumnya amat tajam mulai tidak dapat     bekerja. Sementara itu, daya persepsi berubah. Tubuh mengurangi seluruh     fungsinya menjadi minimum, membawa kepada disorientasi ruang dan waktu     serta pergerakan tubuh yang lebih lambat. Keadaan ini, pada satu hal,     merupakan bentuk lain kematian, yang didefinisikan sebagai keadaan di     mana jiwa meninggalkan tubuh. Memang, saat tidur tubuh berbaring di     ranjang sementara ruh mengalami hidup yang sangat berbeda di tempat     yang sangat berbeda. Dalam mimpi, seseorang mungkin merasa berada di     pantai pada suatu hari yang terik di musim panas, tanpa menyadari     bahwa ia tengah terlelap di tempat tidur. Kematian pun memiliki     tampilan luar yang serupa: ia memisahkan jiwa dari tubuh yang     digunakannya di dunia dan membawanya ke dunia yang lain dalam tubuh     yang baru. Untuk ini Allah berulangkali mengingatkan kita dalam     Al Quran, satu-satunya wahyu sejati yang tersisa dan menuntun     manusia ke jalan yang benar — akan kesamaan tidur dengan kematian.&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari       dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian       Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang       telah ditentukan, kemudian kepada Allahlah kamu kembali, lalu Dia       memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. Al An'aam,       6: 60) &lt;/p&gt;               &lt;p class="ayetler"&gt;Allah memegang jiwa  ketika matinya dan  jiwa        yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah       Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai       waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat       tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS. Az-Zumar,       39: 42)&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;Karena kehilangan total seluruh fungsi indra, dengan kata lain,     "dalam ketidaksadaran sebenarnya", seorang manusia menghabiskan hingga     1/3 hidupnya dalam tidur. Namun, ia sedikit sekali merenungkan fakta     ini, tidak pernah menyadari bahwa ia meninggalkan segala yang dianggap     penting di dunia ini. Ujian yang penting, banyaknya uang yang hilang     dalam perdagangan saham atau permasalahan pribadi, singkatnya segala     yang tampak penting sehari-hari menghilang begitu seseorang tertidur.     Singkatnya, hal ini berarti kehilangan hubungan sepenuhnya dengan dunia.   &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Seluruh contoh yang telah ditampilkan sejauh ini memberikan pemikiran     yang jelas tentang pendeknya hidup dan sejumlah besar waktu yang dihabiskan     untuk tugas "wajib" yang rutin. Ketika waktu yang digunakan untuk tugas     "wajib" tersebut dikurangi, seseorang akan menyadari betapa singkatnya     waktu yang tersisa untuk apa yang disebut kesenangan hidup. Dalam perenungan     ulang, seseorang akan terkejut dengan panjangnya waktu yang dihabiskan     untuk makan, merawat tubuh, tidur, atau bekerja untuk mendapat standar     hidup yang lebih baik. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Tidak diragukan lagi, perhitungan waktu yang dihabiskan untuk tugas     rutin yang penting untuk hidup patut dipikirkan. Seperti dinyatakan     sebelumnya, setidaknya 15-20 tahun dari 60 waktu hidup dihabiskan untuk     tidur. Awal 5-10 tahun dari 40-45 tahun sisanya, dihabiskan dalam masa     kanak-kanak, masa yang juga dilewati dalam keadaan yang hampir tidak     sadar. Dengan kata lain, seorang berusia 60 tahun sudah menghabiskan     sekitar separuh hidupnya tanpa kesadaran. Mengenai separuh hidup-nya     yang lain, tersedia banyak statistik. Angka-angka ini misalnya, termasuk     waktu yang digunakan untuk menyiapkan makanan, makan, mandi atau terjebak     kemacetan. Daftar ini dapat diperpanjang lebih jauh. Kesimpulannya, yang     tersisa dari sebuah hidup yang "panjang" hanyalah 3-5 tahun. Apa nilai     penting hidup yang pendek tersebut dibandingkan dengan yang abadi? &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Tepat pada poin inilah terdapat jurang besar menganga antara mereka     yang beriman dengan yang tidak beriman. Orang-orang yang tidak beriman,     yang percaya bahwa hidup hanya ada di dunia, berjuang memanfaatkannya     sebaik-baiknya. Namun ini adalah usaha yang tidak berguna: dunia ini     pendek dan hidupnya dikelilingi dengan "kelemahan". Lebih lanjut, karena     orang-orang yang tidak beriman tidak memercayai Allah, ia hidup dalam     kehidupan yang penuh kesukaran, penuh dengan permasalahan dan ketakutan. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Mereka yang memiliki iman, di sisi lain, melalui hidup mereka dengan     mengingat Allah dan keberadaan-Nya pada setiap saat, sepanjang seluruh     pekerjaan sepele dan memberatkan saat merawat tubuh, makan, minum,     berdiri, duduk, berbaring, dan mencari penghidupan, dan lain-lain.     Mereka menghabiskan hidup hanya untuk mencapai ridha Allah dan menjalani     kehidupan yang damai, benar-benar terpisah dari seluruh kesedihan dan     ketakutan duniawi. Kesimpulannya, mereka mencapai surga, sebuah tempat     kebahagiaan abadi. Sama halnya, tujuan pokok hidup dinyatakan dalam     ayat berikut:&lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa:       "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab:       "kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat       yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan       itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. (QS. An-Nahl,       16: 30-31)&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5202220472185850926-3623988312519712764?l=blogejengary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/3623988312519712764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5202220472185850926&amp;postID=3623988312519712764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3623988312519712764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3623988312519712764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/2007/08/lima-belas-tahun-tanpa-kesadaran.html' title='Lima Belas Tahun Tanpa &quot;Kesadaran&quot;'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926.post-3545049079479327375</id><published>2007-08-12T21:18:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T21:20:10.026-07:00</updated><title type='text'>Contoh-Contoh dalam Al Quran Mengenai Tipuan Dunia</title><content type='html'>&lt;p&gt;Allah berulang kali menekankan dalam Al Quran bahwa dunia hanyalah     "tempat di mana segala kesenangan ditetapkan untuk musnah". Allah     menceritakan kisah-kisah berbagai bangsa, laki-laki, dan wanita di masa     lampau yang bersenang-senang dalam kekayaan, ketenaran, atau status     sosialnya, namun menemui akhir yang mencelakakan. Hal tersebut seperti     dua orang laki-laki yang diceritakan dalam surat Al Kahfi:              &lt;/p&gt;                             Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan       dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya       dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan       pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang      buahnya sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua      kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada      kawannya ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak      dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri;      ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,      dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika      sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat      tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Kawannya berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya:      "Apakah kamu kafir kepada yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian      dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki      yang sempurna? Tetapi aku: Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak      mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku. Dan mengapa kamu tidak      mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘MAASYAA ALLAH, LAA QUWWATA      ILLAA BILLAH’. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam      hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi      kepadaku yang lebih baik dari pada kebunmu; dan mudah-mudahan Dia      mengirimkan ketentuan dari langit kepada kebunmu; hingga menjadi      tanah yang licin; atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka      sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua      tangannya terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang      pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: "Aduhai      kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku."      Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain      Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah      sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan. Dan      berilah perumpamaan kepada mereka, kehidupan dunia sebagai air      hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya      tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi      kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha-kuasa      atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan      dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik      pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(     QS. Al Kahfi, 18: 32-46)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menyombongkan kekayaan akan membuat seseorang menjadi menggelikan.     Ini adalah ketetapan Allah yang tidak berubah. Kekayaan dan kekuasaan     adalah pemberian Allah dan dapat diambil kembali, kapan pun. Kisah     "orang-orang surga" yang diceritakan dalam Al Quran adalah contoh     yang lainnya: &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Sesungguhnya Kami telah men-cobai mereka sebagaimana       Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah       bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetiknya di pagi hari, dan mereka       tidak menyisihkan, lalu kebun itu diliputi malapetaka dari Tuhanmu       ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam       yang gelap gulita, lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: "Pergilah       di waktu pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya".      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik. "Pada hari ini janganlah       ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi      (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita      benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi      (dari memperoleh hasilnya)."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berkatalah seorang yang paling baik      pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu,      hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka mengucapkan:      "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang      zalim."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain      seraya cela mencela. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita;      sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan yang      lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan      dari Tuhan kita.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seperti itulah azab. Dan sesungguhnya azab akhirat      lebih besar jika mereka mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (QS. Al Qalam, 68: 17-33)&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;Mereka yang penuh perhatian akan segera mengenali dari ayat-ayat     ini bahwa Allah tidak memberikan contoh tentang manusia ateis dalam     kisah ini. Mereka yang dibicarakan di sini adalah yang sungguh-sungguh     percaya kepada Allah namun hatinya telah menjadi lalai dari mengingat-Nya     dan tidak bersyukur kepada Penciptanya. Mereka berbangga diri akan harta     benda yang telah Allah berikan kepada mereka sebagai nikmat, dan benar-benar     melupakan bahwa harta benda ini hanyalah sumber penghasilan yang harus     digunakan dalam jalan-Nya. Umumnya, mereka mengakui keberadaan dan kekuasaan     Allah; namun hati mereka penuh dengan kesombongan, ambisi, dan keegoisan.     &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Kisah Qarun, salah seorang umat Nabi Musa, diceritakan dalam Al Quran     sebagai sebuah contoh mendasar dari karakter duniawi manusia yang kaya.     Baik Qarun maupun orang-orang yang menginginkan status dan kekayaannya     adalah orang-orang beriman yang membuang agama mereka untuk harta benda     dan karenanya kehilangan hidup kekal yang diberkahi, yang kerugiannya     adalah kerugian yang abadi:              &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka       ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan       kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat       dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ketika kaumnya berkata       kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak       menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu       negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi       dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu,       dan janganlah kamu berbuat kerusakan di  bumi. Sesungguhnya Allah tidak       menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu,       karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui,       bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya       yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?       Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu,       tentang dosa-dosa mereka.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya.      Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia:      "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah      diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai      keberuntungan yang besar."&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan      yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi      orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh      pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.      Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya      terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang      membela.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan      Qarun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan      rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan      menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas      kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita. Aduhai benarlah,      tidak beruntung orang-orang yang mengingkari."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak      ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan      kesudahan itu adalah bagi orang-orang      yang bertakwa.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (QS. Al Qashas, 28: 76-84)&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;Kekeliruan utama Qarun adalah menganggap dirinya sebagai     suatu keberadaan terpisah dan terlepas dari Allah. Memang,     sebagaimana yang disebutkan ayat tersebut, ia tidak mengingkari     keberadaan Allah, namun menganggap dirinya karena keutamaannya     berhak mendapatkan kekuasaan dan kekayaan yang dilimpahkan Allah     atasnya. Namun, seluruh manusia di dunia adalah hamba Allah dan     harta benda mereka tidak diberikan hanya karena mereka berhak     mendapatkannya. Segala yang diberikan kepada manusia adalah     nikmat dari Allah. Apabila menyadari fakta ini, seseorang tak     akan bersikap tidak berterima kasih dan durhaka kepada Penciptanya     dikarenakan kekayaan yang dimilikinya. Ia hanya akan merasa bersyukur     dan menunjukkan rasa syukurnya ini dengan sikap yang baik kepada     Allah. Ini adalah jalan yang paling baik dan mulia untuk menunjukkan     rasa syukur seseorang kepada Allah. Sebaliknya, Qarun dan orang-orang     yang ingin menjadi seperti Qarun menyadari jalan kejahatan yang mereka     lakukan hanya saat kehancuran menimpa mereka. Jika setelah segala     kehancuran menimpa, mereka tetap ingkar dan memberontak kepada Allah,     mereka akan dibinasakan sepenuhnya. Untuk mereka sebuah akhir yang     tidak akan terhindarkan: neraka, sebuah tempat tinggal yang sangat buruk!     &lt;/p&gt;                             &lt;span class="ayetler"&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya       kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,       perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan       tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya       mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu       lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab       yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan       dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.  (QS. Al Hadiid,       57: 20&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5202220472185850926-3545049079479327375?l=blogejengary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/3545049079479327375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5202220472185850926&amp;postID=3545049079479327375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3545049079479327375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3545049079479327375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/2007/08/contoh-contoh-dalam-al-quran-mengenai.html' title='Contoh-Contoh dalam Al Quran Mengenai Tipuan Dunia'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926.post-4931366542626855999</id><published>2007-08-12T21:15:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T21:17:44.205-07:00</updated><title type='text'>Dunia yang Menipu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Contoh-contoh yang tidak terhitung banyaknya dari kesempurnaan penciptaan     mengelilingi manusia di seluruh dunia: daratan-daratan yang indah, jutaan jenis     tumbuhan yang berbeda, langit yang biru, awan-awan yang diberati hujan, atau     tubuh manusia -- sebuah organisme sempurna yang dipenuhi sistem yang kompleks.     Ini semua adalah contoh luar biasa dari penciptaan, gambaran yang memberikan     pengetahuan yang dalam. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Menatap seekor kupu-kupu menunjukkan sayapnya, dengan pola-pola sangat rumit     yang menyatakan identitasnya, adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan.     Bulu-buku kepala seekor burung, yang begitu indah dan cemerlang hingga mereka     terlihat seperti beludru hitam yang mewah, atau warna-warna menarik dan harumnya     sekuntum bunga, seluruhnya mengagumkan jiwa manusia. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Setiap manusia, hampir tanpa kecuali, menghargai wajah yang cantik. Rumah     besar yang mewah, perabotan berlapis emas dan mobil mewah bagi sebagian manusia     adalah harta benda yang paling dipuja. Manusia menginginkan banyak hal dalam     hidupnya, namun kecantikan dari apa pun yang kita miliki ditakdirkan lenyap pada     waktunya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Buah perlahan-lahan berubah warna menjadi gelap dan akhirnya menjadi     busuk dari saat ia dipetik dari batangnya. Harumnya bunga yang mengisi     ruangan kita terbatas waktunya. Segera, warna mereka menghilang dan mereka     layu. Wajah yang paling cantik berkeriput setelah beberapa puluh tahun: efek     bertahun-tahun pada kulit dan berubahnya rambut menjadi abu-abu membuat wajah     yang cantik tersebut tidak berbeda dari orang-orang tua lainnya. Tidak     tertinggal jejak pipi kemerahan yang sehat milik seorang remaja setelah     berlalunya waktu bertahun-tahun. Bangunan membutuhkan renovasi, kendaraan     menjadi ketinggalan jaman dan, bahkan lebih buruk lagi, berkarat. Singkatnya,     segala yang mengelilingi kita akan digerogoti waktu. Sebagiannya terlihat seperti     "proses alami". Bagaimanapun, hal ini menyampaikan sebuah pesan yang jelas:     "tidak ada satu pun yang kebal terhadap pengaruh waktu".&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di atas segalanya, setiap tumbuhan, binatang, dan manusia di dunia      dengan kata lain, setiap mahkluk hidup tidaklah kekal. Fakta bawa     populasi dunia tidak mengecil selama berabad-abad  karena banyaknya     kelahiran  seharusnya tidak membuat kita mengabaikan kematian. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Namun sebagai sebuah keinginan yang tidak terkendali, bujukan     harta benda dan kekayaan sangat memengaruhi manusia. Nafsu akan     harta benda tanpa disadari menguasainya. Bagaimanapun, ada satu     poin yang harus dipahami: Allah-lah pemilik satu-satunya atas segala     sesuatu. Makhluk hidup tetap hidup selama Ia kehendaki dan mereka     mati begitu Ia menetapkan kematian mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Allah memerintahkan manusia untuk memikirkan hal ini dalam ayat berikut:              &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Sesungguhnya  perumpamaan kehidupan duniawi itu,       adalah seperti air  yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah       dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada       yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu       telah sempurna keindahannya, dan memakai perhiasannya, dan       pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya,       tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang,       lalu Kami jadikan  laksana tanam-tanaman yang sudah disabit,       seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan       tandatanda kekuasaan  kepada orang-orang berfikir. (QS. Yunus, 10: 24)      &lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;Dalam ayat ini, ditunjukkan bahwa segala sesuatu yang terlihat     indah dan cantik di bumi ini akan kehilangan keindahannya suatu saat.     Lebih jauh lagi, mereka seluruhnya akan lenyap dari muka bumi ini.     Ini sebuah poin penting untuk direnungkan karena Allah memberitahu     kita bahwa Ia memberikan contoh-contoh demikian "bagi mereka yang     berpikir". Sebagai makhluk yang dapat berpikir, manusia diharapkan     memikirkan dan mengambil pelajaran dari aneka peristiwa dan akhirnya     menetapkan tujuan rasional bagi hidupnya. "Pikiran" dan "pemahaman"     adalah sifat khas manusia; tanpa sifat-sifat ini manusia kehilangan     ciri yang paling khusus dan menjadi lebih rendah daripada binatang.     Binatang pun menjalani kehidupan seperti manusia dalam banyak hal:     mereka bernafas, berkembang biak, dan pada suatu hari, mati. Binatang     tidak pernah berpikir mengapa dan bagaimana mereka dilahirkan, atau     bahwa mereka akan mati pada suatu hari. Sangat wajar bila mereka tidak     berusaha memahami tujuan hidup ini yang sesungguhnya; mereka tidak     diminta memikirkan tujuan penciptaan mereka atau tentang sang Pencipta.     &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Dan berilah perumpamaan kepada mereka, kehidupan       dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi       subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan       itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah,       Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Kahfi, 18: 45) &lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;               Namun, manusia bertanggung jawab kepada Allah untuk membangun kesadaran       terhadap Allah melalui perenungan dan kesadaran akan perintah-Nya.       Lebih lanjut, ia hendaknya memahami bahwa dunia ini ada hanya untuk       waktu yang terbatas. Mereka yang benar-benar memahami fakta ini akan       mencari tuntunan dan cahaya Allah dengan melakukan amal-amal baik. &lt;/p&gt;             Bila tidak, manusia akan menemui penderitaan baik di dunia dan di     akhirat. Ia menjadi kaya, namun tidak pernah mendapatkan kebahagiaan.     Kecantikan dan ketenaran biasanya membawa kemalangan, bukannya hidup     yang menyenangkan. Seorang pesohor misalnya, pada suatu saat bersenang-senang     dalam pujaan penggemarnya, namun kemudian berperang dengan masalah     kesehatan yang parah, dan pada suatu hari meninggal seorang diri dalam     sebuah kamar hotel yang kecil tanpa seorang pun yang merawatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5202220472185850926-4931366542626855999?l=blogejengary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/4931366542626855999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5202220472185850926&amp;postID=4931366542626855999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/4931366542626855999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/4931366542626855999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/2007/08/dunia-yang-menipu.html' title='Dunia yang Menipu'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926.post-8248669485833395339</id><published>2007-08-12T21:11:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T21:12:40.480-07:00</updated><title type='text'>Ambisi yang Tidak Terkendali</title><content type='html'>waktu yang dihabiskan     seorang manusia di dunia ini pendek bagaikan "kejapan mata". Namun,     apa pun yang dimiliki seorang manusia dalam kehidupan, ia tidak akan     mencapai kepuasan sejati kecuali ia beriman kepada Allah dan menyibukkan     diri dengan selalu mengingat-Nya.              &lt;p&gt;Sejak beranjak dewasa, ia menginginkan kekayaan, kekuasaan, atau     status. Namun bagaimanapun, ia tidak memiliki cukup sumber daya untuk     memuaskan keinginan ini, tidak ada kesempatan untuk memiliki semua yang     ia inginkan. Kekayaan, kesuksesan, atau bentuk kesejahteraan apa pun,     tidak ada yang dapat meredakan ambisinya. Tanpa memandang status sosial     atau jenis kelamin, kehidupan manusia kebanyakan terbatas hingga 60 atau     70 tahun saja. Pada akhir masa ini, kematian membuat seluruh cita rasa     dan kesenangan itu tidak berarti. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Seseorang yang cenderung tidak mampu mengendalikan keinginannya     senantiasa mendapati dirinya benar-benar "tidak dapat terpuaskan". Pada     setiap tahap kehidupannya, ketidakpuasan ini selalu ada, sementara     penyebabnya berubah sesuai waktu dan kondisi. Keinginan untuk memuaskan     hasrat ini dapat membuat sebagian manusia memperturutkannya dalam hampir     segala hal. Ia mungkin sangat setia kepada hasratnya sehingga mau menghadapi     setiap konsekuensi, walau itu berarti kehilangan cinta dari keluarga dekat     atau menjadi terkucil. Namun, begitu ia mencapai tujuannya, "sihir" itu     menghilang. Ia kehilangan minat terhadap apa yang telah dicapai. Selanjutnya,     karena tidak puas oleh pencapaian ini, ia segera mencari tujuan lain dan     melakukan berbagai usaha untuk mencapainya hingga akhirnya bisa meraihnya     pula. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Memiliki ambisi yang tidak terkendali adalah karakteristik khusus orang     yang tidak beriman. Ciri tersebut tetap bersamanya hingga ia mati. Ia tidak     pernah merasa puas dengan apa yang ia miliki. Ini karena ia hanya menginginkan     segalanya bagi keserakahannya sendiri dan bukan untuk mencapai keridhaan Allah.     Begitu pula, segala milik manusia dan yang ia usahakan dengan kerja keras untuk     miliki merupakan alasan untuk disombongkan, dan ia mengabaikan batasan-batasan     Allah. Pastilah, Allah tidak akan mengizinkan seseorang yang sangat melawan-Nya     seperti demikian memiliki kedamaian pikiran di dunia ini. Allah berfirman dalam     ayat-ayat Al Quran:             &lt;/p&gt;             &lt;blockquote&gt;                &lt;p class="ayetler"&gt;Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram       dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi       tenteram. (QS. Ar-Ra'd, 13: 28)&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5202220472185850926-8248669485833395339?l=blogejengary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/8248669485833395339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5202220472185850926&amp;postID=8248669485833395339' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/8248669485833395339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/8248669485833395339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/2007/08/ambisi-yang-tidak-terkendali.html' title='Ambisi yang Tidak Terkendali'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5202220472185850926.post-3547768829619260239</id><published>2007-04-16T18:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T16:35:04.475-08:00</updated><title type='text'>Kabar-kabur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HJGENOTmQHA/RiQzk7SY3bI/AAAAAAAAAAU/C4dqsILcYHY/s1600-h/PIC_0344.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HJGENOTmQHA/RiQzk7SY3bI/AAAAAAAAAAU/C4dqsILcYHY/s320/PIC_0344.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054221391299665330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku tercinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak hal yang telah kita lakukan bersama, suka duka kita sama-sama.....&lt;br /&gt;canda tawa saling berbagi....itu yang selalalu kita lakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saling mendukung diantara kita yang menjadi motivasi buat kita untuk selalu bersama.&lt;br /&gt;aku sangat senang dengan kebersamaan ini walaupun kadang kita saling menjengkelkan heheheha tapi seru banget kok....sahabatku kalian adalah mativatorku sehingga aku ingin terus maju-dan maju terus.... kebersamaan ini merupakan harta yang sangat berharga buat diriku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5202220472185850926-3547768829619260239?l=blogejengary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogejengary.blogspot.com/feeds/3547768829619260239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5202220472185850926&amp;postID=3547768829619260239' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3547768829619260239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5202220472185850926/posts/default/3547768829619260239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogejengary.blogspot.com/2007/04/kabar-kabur.html' title='Kabar-kabur'/><author><name>siti arkunah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378074108939317806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HJGENOTmQHA/RiQzk7SY3bI/AAAAAAAAAAU/C4dqsILcYHY/s72-c/PIC_0344.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
